ᗰEᖇᗩᗯᗩT KᗩᑎGKᑌᑎG, ᗰEᖇᗩᗯᗩT ᗷᑌᗰI ₊˚⊹ᰔ
Hi, my name is Deborah
pendaнυlυan>⩊<
proѕeѕ мenanam🌱
Hari pertamaa^. .^₎ฅ
Masa menungguuᓚ₍⑅^..^₎
Hari-hari berikutnya, tugasku hanya menyiram tanaman dengan air pagi-sore. Nggak langsung ada perubahan. Tanahnya masih kelihatan sama aja. Sempat kepikiran, “Ini beneran tumbuh nggak, sih?” Tapi beberapa hari kemudian, muncul garis hijau kecil dari tanah. Aku senyum sendiri. Kecil banget, tapi bikin senang. Dari situ aku belajar, nggak semua hasil datang cepat. Kadang kita cuma perlu sabar dan konsisten.
Masa pertumbuhann^. .^₎⟆
Makin lama, kangkungnya makin tinggi. Daunnya mulai lebar dan kelihatan segar kena matahari pagi. Aku taruh pot di tempat yang kena cahaya, sesekali cabutin rumput liar di sekitarnya. Lama-lama, aku ngerasa “sayang” sama tanamannya sendiri. Ada rasa tanggung jawab buat ngerawat sampai panen. Aku sadar, merawat itu bukan sekali-dua kali, tapi soal setia ngelakuin hal kecil tiap hari.
Tantangan
Tapi aku coba tetap lanjut ngerawat. Beberapa hari kemudian, akhirnya muncul tunas kecil yang tipis banget. Nggak langsung rimbun, tapi cukup bikin lega dan senang. Dari situ aku belajar: pertumbuhan memang nggak bisa dipaksa, ada waktunya sendiri.
Pengalaman ini ngingetin aku sama perumpamaan benih di Injil Markus 4:26–29:
“Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan terus bertumbuh, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, kemudian bulirnya, lalu butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
Dari ayat ini aku ngerasa diingetin: tugasku cuma setia ngerawat dan nungguin proses. Soal tumbuh dan kapan panennya, Tuhan yang atur waktunya.
Nilai kehidupan yang diambilദ്ദി/ᐠ。‸。ᐟ\
Tanaman tidak tumbuh sesuai keinginan kita, tetapi mengikuti waktunya sendiri.
Begitu mulai nanam, aku nggak bisa asal ninggalin. Ada tanggung jawab buat ngerawat sampai tumbuh.
Dari satu pot kangkung, aku jadi lebih bisa bersyukur. Hal kecil di sekitar kita ternyata bisa jadi sumber pelajaran dan rasa syukur kalau diperhatiin baik-baik.
Doa Singkatᓚᘏ𑄝
makasih buat benih kecil yang Kau ciptain.
Makasih buat tanah, air, dan matahari.
Ajari aku buat sabar nunggu proses,
dan setia ngerawat hal-hal kecil.
Biar aku bisa jaga ciptaan-Mu dengan lebih bertanggung jawab.
Amin.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar