ᛕᗝᑎᐯᗴᖇᔕᎥ ᗷᎥᒪᗩᑎǤᗩᑎ ᓚ₍⑅^..^₎♡
Bonjour, je suis Deborah
Sistem bilangan desimal adalah sistem yang paling sering digunakan oleh manusia sehari-hari. Sistem ini menggunakan sepuluh simbol angka, yaitu 0 hingga 9. Setiap posisi angka memiliki nilai tempat berdasarkan kelipatan sepuluh. Misalnya, bilangan 345 berarti 3×100 + 4×10 + 5×1. Karena manusia terbiasa dengan sistem ini, maka ketika bekerja dengan komputer, diperlukan konversi agar data yang dimasukkan dapat dipahami oleh mesin.
Sistem bilangan biner merupakan sistem yang hanya menggunakan dua angka, yaitu 0 dan 1. Sistem ini digunakan oleh komputer karena mudah diimplementasikan secara elektronik menggunakan dua kondisi, yaitu hidup (1) dan mati (0). Contohnya, bilangan desimal 5 jika dikonversi ke biner menjadi 101. Proses konversi ini dilakukan dengan membagi bilangan desimal secara berulang dengan dua, lalu mencatat sisa hasil baginya dari bawah ke atas.
Selain biner dan desimal, ada juga sistem oktal dan heksadesimal. Sistem oktal menggunakan delapan simbol (0–7), sedangkan sistem heksadesimal menggunakan enam belas simbol (0–9 dan A–F, di mana A=10, B=11, hingga F=15). Kedua sistem ini sering digunakan dalam pemrograman komputer karena lebih ringkas untuk merepresentasikan data biner. Misalnya, bilangan biner 11010110 dapat lebih mudah ditulis sebagai D6 dalam sistem heksadesimal.
Secara keseluruhan, konversi bilangan sangat penting untuk mempermudah komunikasi antara manusia dan komputer. Dengan memahami cara mengubah bilangan dari satu sistem ke sistem lain, seseorang dapat lebih mudah dalam mempelajari logika digital, pemrograman, dan sistem komputer. Pemahaman ini juga menjadi dasar dalam bidang teknologi informasi, elektronika, serta ilmu komputer yang berhubungan langsung dengan pengolahan data digital.
Tonton video ini untuk mengetahui cara mengubah bilangan
.png)











.png)




.png)




.png)

.jpg)


.png)


