Tᗩᗯᗩ ᗩᑎᗩK ITᑌ ᗰEᑎGᕼIᒪᗩᑎGKᗩᑎ ᖇᗩᔕᗩ ᒪEᒪᗩᕼ ✟
Bonjour, je suis Deborah
Kegiatan Saint Mary's Way adalah kegiatan yang mengajarkan kita untuk meneladani Bunda Maria yang penuh kasih dan suka melayani. Lewat kegiatan ini, kita diajak belajar melayani dengan hati yang tulus dan gembira.
Saya menjalani pelayanan di Sekolah Minggu HKBP Bandung Timur, saya mengalami berbagai momen berharga yang membuka wawasan saya mengenai arti pelayanan yang sesungguhnya. Setiap hari Minggu pagi, suasana gereja selalu dipenuhi suara riang anak-anak yang berlari kecil menuju ruang ibadah. Ada yang datang sambil memegang Alkitab, ada yang membawa persembahan, dan ada pula yang dengan malu-malu memegang tangan orang tuanya. Suasana itu membuat hati saya hangat, meskipun pada awalnya saya merasa tegang karena ini adalah pengalaman pelayanan yang cukup baru bagi saya.
Setibanya di ruang ibadah, saya melihat kakak-kakak pembina Sekolah Minggu bekerja sama mempersiapkan segala sesuatu: mulai dari menata kursi, menyalakan proyektor, menyiapkan lagu-lagu pujian, hingga mempersiapkan aktivitas kreatif untuk anak-anak. Saya ikut terlibat dalam tugas-tugas tersebut. Tugas saya adalah menyambut anak-anak, mengatur jalannya persembahan, serta membantu memastikan setiap bagian ibadah berjalan dengan baik dan tertib. Sesekali saya membantu membagikan kertas aktivitas, mengajak anak-anak duduk rapi, atau mendampingi mereka saat aktivitas dilakukan.
Saat ibadah berlangsung, saya melihat wajah-wajah polos yang begitu antusias ketika bernyanyi, berdoa, ataupun mendengarkan cerita Alkitab. Ada anak yang sangat aktif menjawab pertanyaan, ada yang hanya tersenyum malu-malu, dan ada pula yang sesekali perlu dibimbing agar tetap fokus. Melihat mereka menikmati ibadah membuat saya merasa bersyukur dapat berperan dalam membantu mereka mengenal Tuhan dengan cara yang sederhana namun menyenangkan.
Pada minggu pertama, saya masih merasa canggung. Saya takut salah, takut tidak bisa mengendalikan suasana, atau takut tidak bisa membantu dengan baik. Namun, senyum tulus anak-anak serta sambutan hangat kakak-kakak pembina membuat saya mulai merasa nyaman. Dari minggu ke minggu, saya semakin menikmati pelayanan tersebut. Rasa gugup yang awalnya besar perlahan berubah menjadi rasa syukur dan sukacita karena saya bisa ikut berkontribusi dalam pelayanan ini.
Pengalaman pelayanan selama tiga minggu ini membuat saya semakin memahami nilai-nilai Spiritualitas Maria, terutama kerendahan hati, kesetiaan, dan kesiapan untuk melakukan kehendak Tuhan. Ayat Kolose 3:23 mengingatkan saya untuk melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati seolah-olah untuk Tuhan, bukan sekadar untuk manusia. Hal ini sangat saya rasakan dalam pelayanan Sekolah Minggu.
Saya belajar bahwa pelayanan tidak selalu berupa tugas besar yang terlihat oleh orang lain. Justru melalui tugas-tugas sederhana menyambut anak-anak, membantu mengatur tempat duduk, atau mempersiapkan aktivitas saya belajar bahwa kerendahan hati adalah menerima tugas apa pun dengan tulus tanpa mengharapkan pujian. Semangat ini menuntun saya untuk meneladani Bunda Maria yang selalu melayani dengan hati rendah dan penuh kasih.
Setia:
Mengikuti pelayanan secara rutin selama tiga minggu membuat saya melihat pentingnya kesetiaan dalam hal kecil. Meskipun terkadang ada rasa lelah atau kendala waktu, saya tetap berusaha hadir dan menjalankan tanggung jawab saya. Dari sini saya belajar bahwa kesetiaan adalah salah satu cara menunjukkan cinta kita kepada Tuhan. Komitmen kecil ini menumbuhkan iman dan karakter saya sebagai murid Kristus.
Melakukan Kehendak Allah:
Melalui pelayanan ini, saya merasakan bahwa Tuhan bekerja melalui hal-hal sederhana yang saya lakukan. Ketika melihat anak-anak bergembira, ibadah berjalan lancar, dan para pembina terbantu, saya merasa bahwa pelayanan kecil ini adalah bagian dari kehendak Tuhan dalam hidup saya. Sama seperti Maria yang taat pada panggilannya, saya belajar untuk membuka hati dan melakukan apa yang Tuhan percayakan kepada saya dengan sepenuh hati.
Dari pengalaman ini, saya ingin membuat komitmen konkret untuk ke depan. Saya bertekad untuk terus melayani dengan hati yang lebih tulus, rendah hati, dan penuh sukacita. Saya ingin tetap terlibat dalam kegiatan Sekolah Minggu jika ada kesempatan, atau berpartisipasi dalam komunitas pemuda gereja agar saya bisa terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
Saya juga ingin menerapkan semangat melayani dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, di rumah, dan dalam pergaulan. Saya berusaha menjadi lebih sabar, lebih mau mendengarkan, dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Saya ingin belajar membantu tanpa diminta, serta menunjukkan kasih melalui tindakan kecil yang konsisten. Selain itu, saya berharap bisa belajar memimpin dan bekerja sama dalam kegiatan gereja lainnya, agar kemampuan saya dalam melayani semakin berkembang. Saya ingin menjadikan pelayanan bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari gaya hidup yang mencerminkan iman saya.
Semoga pengalaman Saint Mary’s Way ini menjadi titik awal bagi saya untuk terus meneladani Bunda Maria dan hidup sebagai pribadi yang siap melayani dalam setiap kesempatan. Saya percaya bahwa dengan terus berlatih, hati saya akan semakin dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih setia, lebih rendah hati, dan lebih mencerminkan kasih Tuhan dalam tindakan nyata.
.png)


.png)

.png)

